PEMANFAATAN LITERASI TEKNOLOGI BERBASIS APLIKASI LITERASI DIGITAL UNTUK GENERASI BANGSA YANG CERDAS
Saat
ini, kita telah berada berada dalam sebuah era yang sarat dengan teknologi
komunikasi dan informasi. Kemajauan teknologi telah memberikan sumber
(resources) informasi dan komunikasi yang amat luas dari apa yang telah
dimiliki manusia. Meskipun peranan informasi dalam beberapa dekade kurang
mendapat perhatian, namun sesungguhnya kebutuhan akan informasi dan komunikasi
itu merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dari kebutuhan sandang dan pangan
manusia. Dunia telah beralih dari era industrialisasi ke era informasi yang
kemudian melahirkan masyarakat informasi (information society). Rogers
menyatakan bahwa information societ adalah sebuah masyarakat yang sebahagian
besar angkatan kerjanya adalah pekerja di bidang informasi, dan informasi telah
menjadi elemen yang dianggap paling penting dalam kehidupan.
Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan suatu program, untuk alat bantu,
manipulasi dan menyampaikan informasi. TIK adalah payung besar terminologi yang
mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.
Jika ditinjau dari asal sebuah kata teknologi. Kata teknologi berasal dari
bahasa Yunani, technologi atau techne yang mempunyai arti keahlian dan logia
yang berarti pengetahuan. Dalam pengertian yang sempit, teknologi merupakan
sesuatu yang mengacu pada objek benda yang dipergunakan untuk kemudahan
aktivitas manusia, seperti mesin, perkakas atau perangkat keras.
Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi
dan Teknologi Komunikasi.
1.
Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses,
penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi
2.
Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat
bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Melihat
persoalan terkait memprihatinkannya kesadaran literasi bangsa serta adanya
peluang perkembangan dalam hal budaya baca, maka diperlukan suatu tindakan
nyata yang bukan hanya sekedar wacana. Dibutuhkan tindakan secara masif dan
berkelanjutan untuk meningkatkan budaya baca pada anak. Pendekatan yang dianggap
paling efektif adalah pembiasaan dengan program yang terpantau dengan baik dan
penyadaran literasi sejak dini dengan melibatkan dunia pendidikan. Dalam melaksanakan
upaya peningkatan daya baca masyarakat ada beberapa program yang dapat
dilakukan. Pertama, kita perlu memperbaiki kualitas pemerataan melek huruf,
khususnya di pedalaman Nusantara. Kedua, Membangun lebih banyak perpustakaan
dengan konsep menarik dan lengkap di semua daerah. Ketiga, membuat program
berkelanjutan untuk mendorong minat baca anak. Keempat, mendirikan taman bacaan
hingga pelosok negeri untuk memprovokasi anak-anak agar mencintai buku. Selain
itu, dengan bantuan dari para aktivis media sosial juga perlu dirangkul untuk
lebih sering mengajak dan mengingatkan generasi muda kita agar memiliki
semangat literasi.
Pada
saat ini, gadget merupakan suatu alat yang digemari dan dibutuhkan banyak orang
baik dewasa, remaja, maupun anak-anak yang pada awalnya hanya sebagai kebutuhan
tambahan saja. Namun, seiring perkembangan teknologi, gadget mengalami
dinamisasi yang luar biasa dari sisi fungsi dan fitur-fiturnya sehingga
memungkinkan penggunannya dapat melakukan berbagai macam kegiatan seperti
berkirim pesan, berselancar internet, bermain game, dan lain-lain. Penggunaan
gadget pada usia anak sekolah bukanlah hal yang baru untuk di era sekarang.
Semenjak adanya pandemi virus corona memberikan dampak bermacam-macam bagi
semua sektor salah satunya adalah sektor pendidikan yang membuahkan strategi
baru guna tetap menunjang proses pembelajaran agar dapat tetap dilakukan
sehingga anak-anak juga ikut menggunakannya. Namun, kegiatan tersebut juga
terlalu berisiko jika terlalu dibiarkan tanpa adanya edukasi dan bimbingan
untuk anak tersebut. Dengan adanya kemampuan literasi yang dimiliki oleh setiap
siswa akan sangat berpengaruh dalam keberhasilan generasi muda. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa keberhasilan generasi muda juga bergantung pada kemampuan
literasi yang dimiliki, semakin banyak membaca maka semakin banyak pula
informasi dan kosa kata yang di dapat. Sehingga akan tercipta generasi muda
yang berwawasan luas. Perkembangan teknologi yang semakin pesat menjadi
tantangan tersendiri tak terkecuali bagi sektor pendidikan dalam membentengi
siswa dari dampak negatif derasnya penggunaan teknologi terutama dalam
keseharian siswa. Era modern saat ini menjadikan sistem digitalisasi hampir
dalam segala aspek kehidupan, tak terkecuali dalam aspek pendidikan.
Keberadaan
internet sebagai media dengan tingkat pengguna yang cukup tinggi menjadi faktor
bahwa masyarakat Indonesia semakin gemar mengakses berbagai konten melalui
media digital. Menurut Green sebagai media baru, internet dianggap memiliki
banyak kelebihan. Pertama, mendukung koneksi jaringan untuk world wide web.
Kedua, menghubungkan situs resmi dalam koneksi web. Ketiga, membangunkan software
dengan sumber yang terbuka atau yang tertutup. Keempat, semua dapat mengakses dengan
berbagai latar belakang budaya dan literasi karena komputer dan bahasa yang
digunakan sebagai komunikasi adalah bahasa sehari-hari. Kelima, dapat dimanfaatkan
dengan email, chat, instant messaging. Keenam, internet juga dapat difungsikan
sebagai blog dan situs jejaring sosial. Ketujuh, internet juga banyak
dimanfaatkan sebagai hiburan seperti games, komunitas. Kedelapan, memaksimalkan
internet sebagai cara komunikasi yang difasilitasi secara digital dan mudah
digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan
perkembangan teknologi yang semakin pesat, tentunya hal tersebut baik secara
langsung maupun tidak langsung akan menjadi tantangan tersendiri bagi para
siswa. Hal tersebut menyebabkan banyak siswa yang memiliki gadget masing-masing.
Kecanggihan teknologi menciptakan berbagai game onlline dan aplikasi mobile
yang membuat siswa lebih tertarik dengan gadget dibandingkan dengan buku cetak,
baik buku pelajaran ataupun non pelajaran. Selain dari kecanggihan teknologi
saat ini, minat baca masyarakat indonesia memang sudah rendah.Kebiasaan
menggunakan gadget ternyata memberikan dampak kertegantungan terhadap anak.
Kini, penggunaan gadget bukan hanya sekedar media pembelajaran namun juga
digunakan untuk hal-hal lainnya seperti bermain game, bermedia sosial, dan lain
sebagainya yang kurang bermanfaat dan mengganggu konsentrasi anak dalam
belajar, menimbulkan rasa malas, dan terbuangnya waktu secara sia-sia.
Literasi
dapat diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Hal ini sesuai dengan
pendapat Kharizmi yang menyatakan bahwa literasi merupakan kemampuan membaca, menulis,
dan merancang sesuatu disertai dengan berpikir kritis. Yuliati menambahkan
bahwa kemampuan literasi harus dimiliki oleh siswa. Jadi dapat disimpulkan
bahwa literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, akan tetapi literasi
juga merupakan kemampuan berpikir kritis yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Literasi Digital merupakan kemampuan dalam
penggunaan teknologi dan informasidalam berbagai aspeks seperti akademik dankehidupan
sehari-hari. Media digital yangsesungguhnya terdiri dari beberapa bentuk informasi
seperti suara, tulisan dan gambar.
Pada
kasus Coronavirus disease 2019 (Covid-19) mulai melanda Indonesia pada Maret
2020 yang mengharuskan belajar mengajar di sekolah terpaksa diliburkan dan
diubah menjadi belajar di rumah melalui pembelajaran daring atau jarak jauh. Sekolah
yang seharusnya wadah pembiasaan budaya baca menjadi tidak efektif karena
pandemi Covid-19. Padahal budaya baca Indonesia sudah minim dan sekarang malah
harus dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Dengan alasan minimnya budaya baca,
Kemendikbud menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
(Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 tentang pembiasaan membaca selama 15 menit
sebelum belajar. Covid-19 merupakan pandemi yang dihadapi seluruh dunia yang
menimbulkan angka kematian yang tinggi. Tentu hal ini menjadi perhatian dunia.
Untuk mengatasi pandemi, diperlukan upaya agar menurunkan angka kematian,
seperti diberlakukannya 6M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik
minimal bersama), Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), work from home, hingga
lockdown untuk beberapa negara, termasuk negara Indonesia. Di negara Indonesia
sendiri berbagai aspek kehidupan mengalami banyak perubahan, salah satunya
aspek pendidikan. Kebijakan yang mengharuskan untuk melakukan 6M (memakai
masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik minimal 1 meter, membatasi mobilitas,
menghindari kerumunan keramaian, menghindari makan bersama), work from home,
dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) telah menyebabkan berubahnya rutinitas dalamdunia
pendidikan di Indonesia. Agarmengurangi penyebaran Covid-19, maka Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tanggal 24 Maret 2020 mengeluarkan
Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa
Darurat Penyebaran CoronavirusDisease (Covid-19). Pada surat edaran tersebut
terdapat poin-poin yang berhubungan dengan kebijakan baru didalam dunia
pendidikan, diantaranyatermasuk UN, Pembelajaran daring, PPDB, Penilaian Akhir
Semeseter (PAS) untukKenaikan Kelas, dan terkait BOS/BOP.
Pendidik
serta Sekolah dapat memanfaatkan teknologi yang saat ini sedang berkembang
dengan pesat. Pendidik dapat memanfaatkan literasi digital dengan menggunakan
gawaiuntuk melancarkan PJJ. Pada abad 21 ini pembelajaran bukan lagi teacher
centered learning, akan tetapi student centered learning. Dengan adanya
literasi digital berbasis student centered learning, akan membuat peserta didik
mendalami lebih luas lagi materi pembelajaran dan menjadikan peserta didik lebih
kreatif lagi. Aplikasi yang saat ini banyak digunakan dalam Pembelajaran Jarak
Jauh (PJJ) adalah Google Classroom. Penggunaan Google Classroom di era digital
sebagai media pembelajaran antara lain dapat membantu peserta didik dalam
proses pembelajaran berlangsung, dan menuntut peserta didik agar lebih mengenal
aplikasi aplikasi belajar dalam media daring. Penggunaan Google Classroom
dimungkinkan dengan cara yang ditunjukkan di bawah ini: 1)Unduh aplikasi Google
Classroom. 2) Setelah membuka aplikasi Google Classroom, masukkan alamat email
akun Classroom Anda, lalu klik Berikutnya. Masukkan sandi, lalu klik Berikutnya.
Jika ada pesan selamat datang, tinjau pesan tersebut, lalu klik Terima. 3)
Setelah register pada google classroom, guru bisa membuat kelas untuk peserta
didik atau mahasiswa. 4)langkah terakhir guru bisa membuat kode kelas untuk
memulai pembelajaran. Google Classroom sangat berguna untuk proses pembelajaran
di era digital untuk menambah wawasan digital pada mahasiswa dan peserta didik
serta mempermudah guru atau dosen untuk mengelola pembelajaran, dan diharapkan
bahwa aplikasi google classroom dapat membuat peserta didik atau mahasiswa bisa
belajar melewati aplikasi digital dan dapat
meningkatkan semangat peserta didik atau mahasiswa dalam melewati proses
pembelajaran.
Dalam
hal ini Google Classroom yang memanfaatkan internet menjadi media digital yang diperlukan
sebagai literasi media. Ada banyak fitur-fitur yang mampu dimanfaatkan sebagai
upaya meningkatkan kemampuan literasi sehingga kualitas pemahaman terhadap
bacaan pun meningkat. Setelah ditugaskan untuk membaca, sebagai realisasinya
mereka diminta untuk melaporkan hasil bacaan tersebut dalam bentuk tulisan.
Tulisan tersebut kemudian dikirimkan melalui aplikasi google classroom. Berikut
ini fitur-fitur yang terdapat dalam google classroom yang bisa dimaksimalkan
secara efektif oleh pengajar sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi
peserta didik. Salah satu fitur yang akan sering digunakan oleh para pengajar
yang menggunakan fasilitas ini adalah Create Assignment. Bertujuan untuk
memberikan tugas kepada mahasiswa. Agar meningkatkan kemampuan literasi
mahasiswa, dosen bisa memanfaatkan fitur ini dengan cara memberikan tugas baca
yang hasilnya harus dilaporkan dalam bentuk tulisan dan dikirimkan kembali
melalui google classroom. Sementara fasilitas lain untuk membuat interaksi
dalam platform ini adalah memanfaatkan Create Question. Merupakan fitur yang dapat
digunakan untuk memberikan pertanyaan kepada mahasiswa.Keunggulan fitur ini adalah
dapat mengefektifkan perkuliahan karena saat mengunggah jawaban harus sesuai
dengan tenggang waktu (due date) yang telah ditentukan oleh dosen. Create
assignment adalah fitur yang digunakan untuk memberikan tugas kepada
mahasiswa.Untuk menunjang materi yang dapat dibagikan oleh dosen atau pengajar
yaitu memanfaatkan fitur Create Material. Sebagai fitur untuk mengirimkan file
materi perkuliahan dalam berbagai format, seperti word, power point, pdf dan
bentuk file lainnya yang mendukung materi mudah diunduh dan didapatkan. Sebagai
fitur yang bisa memudahkan mahasiswa menjadi lebih mudah memahami instruksi
maka fitur Create Topic menjadi penting untuk diperhatikan. Create topik adalah
fitur yang bisa digunakan untuk membuat topik perkuliahan yang akan dibahas di
kelas virtual atau melalui google classroom sehingga mahasiswa bisa berpartisipasi
aktif membicarakan materi perkuliahan baik di kelas biasa maupun di kelas
google classroom. Apabila mahasiswa masih ingin menggunakan postingan yang
sudah ada dan tidak mengulangnya maka fitur Reuse Post menjadi solusi yang
digunakan. Selain itu, dosen dapat menambahkan pertanyaan dan mengeditnya, juga
dapat langsung dibagikan ke grup kelas yang akan dituju. Dalam praktik
penggunaannya, google classroom sangat mudah untuk digunakan kedalam kegiatan
pembelajaran. Literatur mencakup teori dan konsep ilmiah yang menjadi sumber
acuan penulisan kajian atau penelitian.
Google
Classroom menjadi teknologi komunikasi paling utama dalam kegiatan proses pembelajaran.
Kehebatan teknologi komunikasi ditandai dengan hadirnya metode pembelajaran e-learning.
Google Classroom merupakan sarana memperlancar komunikasi jarak jauh antara pengajar
dan mahasiswa. Sarana belajar bersama, menerima dan membaca materi, mengirimkan
tugas secara jarak jauh hingga menyajikan nilai tugas secara transparansi.
Semua mahasiswa yang terlibat dalam proses pembelajaran ini mendapatkan
kesempatan yang sama. Penggunaan Google Classroom juga dapat digunakan melalui
laptop dan ponsel pintar. Semua aktivitas yang berbasis dengan teknologi
internet mampu mengakomodir komunikasi. Internet bisa menjadi cara untuk berkomunikasi,
baik mengirim pesan, berdiskusi, berbelanja, hingga belajar.
Sebagai
generasi yang dilahirkan dengan kemajuan teknologi yang pesat dan serba cepat.
Generasi yang dilahirkan dengan teknologi internet yang mampu digunakan sebagai
berkomunikasi. Kita harus terbiasa dengan membaca dan mengakses informasi dari
berbagai media elektronik maupun tertulis. Jangan sampai orang-orang terpelajar
kita terjerumus dalam kesalahpahaman seperti hoax karena kurangnya kemampuan
literasi. Perpustakaan merupakan garda terdepan dalam pembinaan budaya literasi.
Untuk meningkatkan kemampuan literasi mahasiswa maka Google Classroom menjadi
salah satu cara untuk memanfaatkan media baru dalam proses kegiatan belajar
mengajar. Jika menggabungkan Google Classroom dengan kelas tatap muka sebagai
cara untuk memperkuat interaksi antara pengajar dan mahasiswa sebagai partisipan.
Kelebihan dari Google Classroom adalah salah satu cara mempermudah mahasiswa
belajar mengajar sangat menjadi nilai yang positif. Terutama waktu yang semakin
fleksibel dan membuat beberapa keuntungan lain dapat belajar dimanapun tanpat
terbatas hanya saat kelas.
Media
baru merupakan sebuah inovasi teknologi dalam bidang media yang terdiri dari
televisi kabel, satelit, teknologi fiber optic dan computer. Istilah media baru
diambil untuk menggambarkan munculnya media yang bersifat digital, berjaringan
dan terkomputerisasi. Internet menjadi representasi media baru yang sedang
berkembang di seluruh dunia dan dalam jaringan internet terdapat beberapa
platform yang digunakan untuk berkomunikasi.
Salah
satu contoh dari aplikasi yang memanfaatkan internet menjadi media digital yang
diperlukan sebagai literasi media adalah Google Classroom. Ada banyak fitur-fitur
yang mampu dimanfaatkan sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi sehingga
kualitas pemahaman terhadap bacaan pun meningkat dan kehebatan teknologi
komunikasi ditandai dengan hadirnya metode pembelajaran e-learning. Google Classroom merupakan sarana
memperlancar komunikasi jarak jauh antara pengajar dan peserta didik. Sarana
belajar bersama, menerima dan membaca materi, mengirimkan tugas secara jarak
jauh hingga menyajikan nilai tugas secara transparansi. Semua yang terlibat
dalam proses pembelajaran ini mendapatkan kesempatan yang sama. Google Classrom
dapat digunakan semua peserta didik baik siswa SD,SMP, SMA dan Mahasiswa.
Selain
Google Classroom terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk literasi
digital yaitu WhatsApp, Facebook, Messangerr, Instagram, Telegram, Zoom, Tiktok,
iPusnas dll. Dengan pemanfaatan aplikasi-aplikasi digital yang dapat diakses
melalui ponsel pintar, maka literasi digital dapat terlaksana dengan baik.
Budaya literasi yang tertanam pada siswa pada tingkat dasar, menengah dan atas
hingga mahasiswa akan mempengaruhi tingkat keberhasilannya baik di sekolah
maupun di masyarakat nanti.
Referensi
Ahmad, A. (2012). Perkembangan teknologi
komunikasi dan informasi: akar revolusi dan berbagai standarnya. Jurnal Dakwah
Tabligh, 13(1), 137-149.
Hapsari, S. A., & Pamungkas, H.
(2019). Pemanfaatan google classroom sebagai media pembelajaran online di
universitas dian nuswantoro. WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 18(2),
225-233.
Nabila, A. H., Jasmine, H. S., &
Ardiansyah, E. A. (2023). Edukasi Penggunaan Gadget untuk Meningkatkan Literasi
Digital. PROCEEDINGS UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG, 3(6), 358-365.
Putri, A. A., Putri, A. D. P., &
Hikmawaty, L. (2021). PEMANFAATAN GAWAI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL
DALAM PEMBELAJARAN DI ERA PANDEMI COVID-19. In Seminar Nasional Ilmu Pendidikan
dan Multi Disiplin. Vol. 4.

keren kak🥰🫰
BalasHapusKeren banget ilmunyaa
BalasHapusNice 👍
tulisan yang menarik sel, semakin menambah wawasan
BalasHapusnice👍
BalasHapusNice👍
BalasHapusSangat bermanfaat👍
BalasHapusNice👍
BalasHapusKeren kak sel
BalasHapusmantap
BalasHapusnicee:)
BalasHapussangat bermanfaat ><
BalasHapusmantapp sekaliiii
BalasHapus