PEMANFAATAN LITERASI TEKNOLOGI BERBASIS APLIKASI LITERASI DIGITAL UNTUK GENERASI BANGSA YANG CERDAS

 



By: Selvia Clarisa Br Hutagaol

Saat ini, kita telah berada berada dalam sebuah era yang sarat dengan teknologi komunikasi dan informasi. Kemajauan teknologi telah memberikan sumber (resources) informasi dan komunikasi yang amat luas dari apa yang telah dimiliki manusia. Meskipun peranan informasi dalam beberapa dekade kurang mendapat perhatian, namun sesungguhnya kebutuhan akan informasi dan komunikasi itu merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dari kebutuhan sandang dan pangan manusia. Dunia telah beralih dari era industrialisasi ke era informasi yang kemudian melahirkan masyarakat informasi (information society). Rogers menyatakan bahwa information societ adalah sebuah masyarakat yang sebahagian besar angkatan kerjanya adalah pekerja di bidang informasi, dan informasi telah menjadi elemen yang dianggap paling penting dalam kehidupan.

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan suatu program, untuk alat bantu, manipulasi dan menyampaikan informasi. TIK adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. Jika ditinjau dari asal sebuah kata teknologi. Kata teknologi berasal dari bahasa Yunani, technologi atau techne yang mempunyai arti keahlian dan logia yang berarti pengetahuan. Dalam pengertian yang sempit, teknologi merupakan sesuatu yang mengacu pada objek benda yang dipergunakan untuk kemudahan aktivitas manusia, seperti mesin, perkakas atau perangkat keras.

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi.

1. Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi

2. Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.

Melihat persoalan terkait memprihatinkannya kesadaran literasi bangsa serta adanya peluang perkembangan dalam hal budaya baca, maka diperlukan suatu tindakan nyata yang bukan hanya sekedar wacana. Dibutuhkan tindakan secara masif dan berkelanjutan untuk meningkatkan budaya baca pada anak. Pendekatan yang dianggap paling efektif adalah pembiasaan dengan program yang terpantau dengan baik dan penyadaran literasi sejak dini dengan melibatkan dunia pendidikan. Dalam melaksanakan upaya peningkatan daya baca masyarakat ada beberapa program yang dapat dilakukan. Pertama, kita perlu memperbaiki kualitas pemerataan melek huruf, khususnya di pedalaman Nusantara. Kedua, Membangun lebih banyak perpustakaan dengan konsep menarik dan lengkap di semua daerah. Ketiga, membuat program berkelanjutan untuk mendorong minat baca anak. Keempat, mendirikan taman bacaan hingga pelosok negeri untuk memprovokasi anak-anak agar mencintai buku. Selain itu, dengan bantuan dari para aktivis media sosial juga perlu dirangkul untuk lebih sering mengajak dan mengingatkan generasi muda kita agar memiliki semangat literasi.

Pada saat ini, gadget merupakan suatu alat yang digemari dan dibutuhkan banyak orang baik dewasa, remaja, maupun anak-anak yang pada awalnya hanya sebagai kebutuhan tambahan saja. Namun, seiring perkembangan teknologi, gadget mengalami dinamisasi yang luar biasa dari sisi fungsi dan fitur-fiturnya sehingga memungkinkan penggunannya dapat melakukan berbagai macam kegiatan seperti berkirim pesan, berselancar internet, bermain game, dan lain-lain. Penggunaan gadget pada usia anak sekolah bukanlah hal yang baru untuk di era sekarang. Semenjak adanya pandemi virus corona memberikan dampak bermacam-macam bagi semua sektor salah satunya adalah sektor pendidikan yang membuahkan strategi baru guna tetap menunjang proses pembelajaran agar dapat tetap dilakukan sehingga anak-anak juga ikut menggunakannya. Namun, kegiatan tersebut juga terlalu berisiko jika terlalu dibiarkan tanpa adanya edukasi dan bimbingan untuk anak tersebut. Dengan adanya kemampuan literasi yang dimiliki oleh setiap siswa akan sangat berpengaruh dalam keberhasilan generasi muda. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keberhasilan generasi muda juga bergantung pada kemampuan literasi yang dimiliki, semakin banyak membaca maka semakin banyak pula informasi dan kosa kata yang di dapat. Sehingga akan tercipta generasi muda yang berwawasan luas. Perkembangan teknologi yang semakin pesat menjadi tantangan tersendiri tak terkecuali bagi sektor pendidikan dalam membentengi siswa dari dampak negatif derasnya penggunaan teknologi terutama dalam keseharian siswa. Era modern saat ini menjadikan sistem digitalisasi hampir dalam segala aspek kehidupan, tak terkecuali dalam aspek pendidikan.

Keberadaan internet sebagai media dengan tingkat pengguna yang cukup tinggi menjadi faktor bahwa masyarakat Indonesia semakin gemar mengakses berbagai konten melalui media digital. Menurut Green sebagai media baru, internet dianggap memiliki banyak kelebihan. Pertama, mendukung koneksi jaringan untuk world wide web. Kedua, menghubungkan situs resmi dalam koneksi web. Ketiga, membangunkan software dengan sumber yang terbuka atau yang tertutup. Keempat, semua dapat mengakses dengan berbagai latar belakang budaya dan literasi karena komputer dan bahasa yang digunakan sebagai komunikasi adalah bahasa sehari-hari. Kelima, dapat dimanfaatkan dengan email, chat, instant messaging. Keenam, internet juga dapat difungsikan sebagai blog dan situs jejaring sosial. Ketujuh, internet juga banyak dimanfaatkan sebagai hiburan seperti games, komunitas. Kedelapan, memaksimalkan internet sebagai cara komunikasi yang difasilitasi secara digital dan mudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, tentunya hal tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung akan menjadi tantangan tersendiri bagi para siswa. Hal tersebut menyebabkan banyak siswa yang memiliki gadget masing-masing. Kecanggihan teknologi menciptakan berbagai game onlline dan aplikasi mobile yang membuat siswa lebih tertarik dengan gadget dibandingkan dengan buku cetak, baik buku pelajaran ataupun non pelajaran. Selain dari kecanggihan teknologi saat ini, minat baca masyarakat indonesia memang sudah rendah.Kebiasaan menggunakan gadget ternyata memberikan dampak kertegantungan terhadap anak. Kini, penggunaan gadget bukan hanya sekedar media pembelajaran namun juga digunakan untuk hal-hal lainnya seperti bermain game, bermedia sosial, dan lain sebagainya yang kurang bermanfaat dan mengganggu konsentrasi anak dalam belajar, menimbulkan rasa malas, dan terbuangnya waktu secara sia-sia.

Literasi dapat diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Hal ini sesuai dengan pendapat Kharizmi yang menyatakan bahwa literasi merupakan kemampuan membaca, menulis, dan merancang sesuatu disertai dengan berpikir kritis. Yuliati menambahkan bahwa kemampuan literasi harus dimiliki oleh siswa. Jadi dapat disimpulkan bahwa literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, akan tetapi literasi juga merupakan kemampuan berpikir kritis yang harus dimiliki oleh setiap siswa.  Literasi Digital merupakan kemampuan dalam penggunaan teknologi dan informasidalam berbagai aspeks seperti akademik dankehidupan sehari-hari. Media digital yangsesungguhnya terdiri dari beberapa bentuk informasi seperti suara, tulisan dan gambar.

Pada kasus Coronavirus disease 2019 (Covid-19) mulai melanda Indonesia pada Maret 2020 yang mengharuskan belajar mengajar di sekolah terpaksa diliburkan dan diubah menjadi belajar di rumah melalui pembelajaran daring atau jarak jauh. Sekolah yang seharusnya wadah pembiasaan budaya baca menjadi tidak efektif karena pandemi Covid-19. Padahal budaya baca Indonesia sudah minim dan sekarang malah harus dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Dengan alasan minimnya budaya baca, Kemendikbud menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 tentang pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum belajar. Covid-19 merupakan pandemi yang dihadapi seluruh dunia yang menimbulkan angka kematian yang tinggi. Tentu hal ini menjadi perhatian dunia. Untuk mengatasi pandemi, diperlukan upaya agar menurunkan angka kematian, seperti diberlakukannya 6M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik minimal bersama), Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), work from home, hingga lockdown untuk beberapa negara, termasuk negara Indonesia. Di negara Indonesia sendiri berbagai aspek kehidupan mengalami banyak perubahan, salah satunya aspek pendidikan. Kebijakan yang mengharuskan untuk melakukan 6M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik minimal 1 meter, membatasi mobilitas, menghindari kerumunan keramaian, menghindari makan bersama), work from home, dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) telah menyebabkan berubahnya rutinitas dalamdunia pendidikan di Indonesia. Agarmengurangi penyebaran Covid-19, maka Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tanggal 24 Maret 2020 mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran CoronavirusDisease (Covid-19). Pada surat edaran tersebut terdapat poin-poin yang berhubungan dengan kebijakan baru didalam dunia pendidikan, diantaranyatermasuk UN, Pembelajaran daring, PPDB, Penilaian Akhir Semeseter (PAS) untukKenaikan Kelas, dan terkait BOS/BOP.

Pendidik serta Sekolah dapat memanfaatkan teknologi yang saat ini sedang berkembang dengan pesat. Pendidik dapat memanfaatkan literasi digital dengan menggunakan gawaiuntuk melancarkan PJJ. Pada abad 21 ini pembelajaran bukan lagi teacher centered learning, akan tetapi student centered learning. Dengan adanya literasi digital berbasis student centered learning, akan membuat peserta didik mendalami lebih luas lagi materi pembelajaran dan menjadikan peserta didik lebih kreatif lagi. Aplikasi yang saat ini banyak digunakan dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah Google Classroom. Penggunaan Google Classroom di era digital sebagai media pembelajaran antara lain dapat membantu peserta didik dalam proses pembelajaran berlangsung, dan menuntut peserta didik agar lebih mengenal aplikasi aplikasi belajar dalam media daring. Penggunaan Google Classroom dimungkinkan dengan cara yang ditunjukkan di bawah ini: 1)Unduh aplikasi Google Classroom. 2) Setelah membuka aplikasi Google Classroom, masukkan alamat email akun Classroom Anda, lalu klik Berikutnya. Masukkan sandi, lalu klik Berikutnya. Jika ada pesan selamat datang, tinjau pesan tersebut, lalu klik Terima. 3) Setelah register pada google classroom, guru bisa membuat kelas untuk peserta didik atau mahasiswa. 4)langkah terakhir guru bisa membuat kode kelas untuk memulai pembelajaran. Google Classroom sangat berguna untuk proses pembelajaran di era digital untuk menambah wawasan digital pada mahasiswa dan peserta didik serta mempermudah guru atau dosen untuk mengelola pembelajaran, dan diharapkan bahwa aplikasi google classroom dapat membuat peserta didik atau mahasiswa bisa belajar melewati aplikasi digital dan dapat  meningkatkan semangat peserta didik atau mahasiswa dalam melewati proses pembelajaran.

Dalam hal ini Google Classroom yang memanfaatkan internet menjadi media digital yang diperlukan sebagai literasi media. Ada banyak fitur-fitur yang mampu dimanfaatkan sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi sehingga kualitas pemahaman terhadap bacaan pun meningkat. Setelah ditugaskan untuk membaca, sebagai realisasinya mereka diminta untuk melaporkan hasil bacaan tersebut dalam bentuk tulisan. Tulisan tersebut kemudian dikirimkan melalui aplikasi google classroom. Berikut ini fitur-fitur yang terdapat dalam google classroom yang bisa dimaksimalkan secara efektif oleh pengajar sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi peserta didik. Salah satu fitur yang akan sering digunakan oleh para pengajar yang menggunakan fasilitas ini adalah Create Assignment. Bertujuan untuk memberikan tugas kepada mahasiswa. Agar meningkatkan kemampuan literasi mahasiswa, dosen bisa memanfaatkan fitur ini dengan cara memberikan tugas baca yang hasilnya harus dilaporkan dalam bentuk tulisan dan dikirimkan kembali melalui google classroom. Sementara fasilitas lain untuk membuat interaksi dalam platform ini adalah memanfaatkan Create Question. Merupakan fitur yang dapat digunakan untuk memberikan pertanyaan kepada mahasiswa.Keunggulan fitur ini adalah dapat mengefektifkan perkuliahan karena saat mengunggah jawaban harus sesuai dengan tenggang waktu (due date) yang telah ditentukan oleh dosen. Create assignment adalah fitur yang digunakan untuk memberikan tugas kepada mahasiswa.Untuk menunjang materi yang dapat dibagikan oleh dosen atau pengajar yaitu memanfaatkan fitur Create Material. Sebagai fitur untuk mengirimkan file materi perkuliahan dalam berbagai format, seperti word, power point, pdf dan bentuk file lainnya yang mendukung materi mudah diunduh dan didapatkan. Sebagai fitur yang bisa memudahkan mahasiswa menjadi lebih mudah memahami instruksi maka fitur Create Topic menjadi penting untuk diperhatikan. Create topik adalah fitur yang bisa digunakan untuk membuat topik perkuliahan yang akan dibahas di kelas virtual atau melalui google classroom sehingga mahasiswa bisa berpartisipasi aktif membicarakan materi perkuliahan baik di kelas biasa maupun di kelas google classroom. Apabila mahasiswa masih ingin menggunakan postingan yang sudah ada dan tidak mengulangnya maka fitur Reuse Post menjadi solusi yang digunakan. Selain itu, dosen dapat menambahkan pertanyaan dan mengeditnya, juga dapat langsung dibagikan ke grup kelas yang akan dituju. Dalam praktik penggunaannya, google classroom sangat mudah untuk digunakan kedalam kegiatan pembelajaran. Literatur mencakup teori dan konsep ilmiah yang menjadi sumber acuan penulisan kajian atau penelitian.

Google Classroom menjadi teknologi komunikasi paling utama dalam kegiatan proses pembelajaran. Kehebatan teknologi komunikasi ditandai dengan hadirnya metode pembelajaran e-learning. Google Classroom merupakan sarana memperlancar komunikasi jarak jauh antara pengajar dan mahasiswa. Sarana belajar bersama, menerima dan membaca materi, mengirimkan tugas secara jarak jauh hingga menyajikan nilai tugas secara transparansi. Semua mahasiswa yang terlibat dalam proses pembelajaran ini mendapatkan kesempatan yang sama. Penggunaan Google Classroom juga dapat digunakan melalui laptop dan ponsel pintar. Semua aktivitas yang berbasis dengan teknologi internet mampu mengakomodir komunikasi. Internet bisa menjadi cara untuk berkomunikasi, baik mengirim pesan, berdiskusi, berbelanja, hingga belajar.

Sebagai generasi yang dilahirkan dengan kemajuan teknologi yang pesat dan serba cepat. Generasi yang dilahirkan dengan teknologi internet yang mampu digunakan sebagai berkomunikasi. Kita harus terbiasa dengan membaca dan mengakses informasi dari berbagai media elektronik maupun tertulis. Jangan sampai orang-orang terpelajar kita terjerumus dalam kesalahpahaman seperti hoax karena kurangnya kemampuan literasi. Perpustakaan merupakan garda terdepan dalam pembinaan budaya literasi. Untuk meningkatkan kemampuan literasi mahasiswa maka Google Classroom menjadi salah satu cara untuk memanfaatkan media baru dalam proses kegiatan belajar mengajar. Jika menggabungkan Google Classroom dengan kelas tatap muka sebagai cara untuk memperkuat interaksi antara pengajar dan mahasiswa sebagai partisipan. Kelebihan dari Google Classroom adalah salah satu cara mempermudah mahasiswa belajar mengajar sangat menjadi nilai yang positif. Terutama waktu yang semakin fleksibel dan membuat beberapa keuntungan lain dapat belajar dimanapun tanpat terbatas hanya saat kelas.

Media baru merupakan sebuah inovasi teknologi dalam bidang media yang terdiri dari televisi kabel, satelit, teknologi fiber optic dan computer. Istilah media baru diambil untuk menggambarkan munculnya media yang bersifat digital, berjaringan dan terkomputerisasi. Internet menjadi representasi media baru yang sedang berkembang di seluruh dunia dan dalam jaringan internet terdapat beberapa platform yang digunakan untuk berkomunikasi.

Salah satu contoh dari aplikasi yang memanfaatkan internet menjadi media digital yang diperlukan sebagai literasi media adalah Google Classroom. Ada banyak fitur-fitur yang mampu dimanfaatkan sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi sehingga kualitas pemahaman terhadap bacaan pun meningkat dan kehebatan teknologi komunikasi ditandai dengan hadirnya metode pembelajaran  e-learning. Google Classroom merupakan sarana memperlancar komunikasi jarak jauh antara pengajar dan peserta didik. Sarana belajar bersama, menerima dan membaca materi, mengirimkan tugas secara jarak jauh hingga menyajikan nilai tugas secara transparansi. Semua yang terlibat dalam proses pembelajaran ini mendapatkan kesempatan yang sama. Google Classrom dapat digunakan semua peserta didik baik siswa SD,SMP, SMA dan Mahasiswa.

Selain Google Classroom terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk literasi digital yaitu WhatsApp, Facebook, Messangerr, Instagram, Telegram, Zoom, Tiktok, iPusnas dll. Dengan pemanfaatan aplikasi-aplikasi digital yang dapat diakses melalui ponsel pintar, maka literasi digital dapat terlaksana dengan baik. Budaya literasi yang tertanam pada siswa pada tingkat dasar, menengah dan atas hingga mahasiswa akan mempengaruhi tingkat keberhasilannya baik di sekolah maupun di masyarakat nanti.

Referensi

Ahmad, A. (2012). Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi: akar revolusi dan berbagai standarnya. Jurnal Dakwah Tabligh, 13(1), 137-149.

Hapsari, S. A., & Pamungkas, H. (2019). Pemanfaatan google classroom sebagai media pembelajaran online di universitas dian nuswantoro. WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 18(2), 225-233.

Nabila, A. H., Jasmine, H. S., & Ardiansyah, E. A. (2023). Edukasi Penggunaan Gadget untuk Meningkatkan Literasi Digital. PROCEEDINGS UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG, 3(6), 358-365.

Putri, A. A., Putri, A. D. P., & Hikmawaty, L. (2021). PEMANFAATAN GAWAI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN DI ERA PANDEMI COVID-19. In Seminar Nasional Ilmu Pendidikan dan Multi Disiplin. Vol. 4.

 


Komentar

Posting Komentar